@ Pondok Hijau

Posted in DiaRy on Monday, 2 June 2008 by srimaharani

tadinya ga ada acara apa” setelah lesai erobic di kantor mo balik, tapi ada info dari shinn kalo di daerah setiabudi ada perumahan “Pondok Hijau” yang secara alamiah memang banyak ditumbuhi banyak pohon hijau dan sejauh mata memandang banyak rumpul hijau dan pohon cemara terhampar disana… it’s so romantic… jadi pengen prewed lagi nih…

goes to BIP

Posted in DiaRy on Monday, 2 June 2008 by srimaharani

udah lama banget ga jalan” barengan temen” i-moov… pada saat listrik padam, ada kesempatan kita hang out barengan, kali ini kita cari lokasi yang paling dekat yaitu BIP :)

konyol emang, listrik padam malah nomat, walhasil baru jalan 2 menit generatornya mati pula, alamat mati sampe sore nih… *kwasny* kalopun ga bisa nonton ya udah aja kita cari lokasi lain buat hang out dan tentunya yang ga jauh”, finally we found ‘dunkin donuts’…

sempat”nya kita pepotoan juga <dasar narsis>, huehehe :D memang kita diciptakan untuk narsis dan pede <halah apaan sih>

adapula saat” poto sendirian yang harus diabadikan, narsis abiiiiiiiiiiiiiiiiiiiz :)

setelah cape kongkow plus kenyang makan donut akhirnya kita akhiri gathering kecil ini, semoga ada hari selanjutnya untuk kita kongkow bareng lagi ya :) ada yang ketinggalan ding, ini poto saat kita selesai kongkow dan pas berada di dalam lift :)

~ fine ~

Lorem Ipsum

Posted in DiaRy with tags on Friday, 23 May 2008 by srimaharani

Dari temen-temen kantor yang notabene pada demam “Lorem Ipsum” dan walhasil keterusan jadi latah gini, akhirnya diestafetkan sajalah… berupa rangkaian kata yang asik… maknanya, waaah.. sama tuh ga tau :)

“Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat. Duis aute irure dolor in reprehenderit in voluptate velit esse cillum dolore eu fugiat nulla pariatur. Excepteur sint occaecat cupidatat non proident, sunt in culpa qui officia deserunt mollit anim id est laborum.”

tau ndiri kan itu bahasa mana? nanya balik ke ane? huehehe.. sama ga ngertinya :)

Bencana oh Bencana

Posted in RenungaN on Friday, 28 December 2007 by srimaharani

Hampir setiap hari kulihat dan kudengar berita tentang bencana alam, baik yang menelan sedikit hingga ratusan korban jiwa … sempat merinding juga mendengarnya .. apakah dunia ini sudah sedemikian tuanya ? sedemikian lelah menampung kita manusia-manusia ini .. ataukah memang manusia yang harus mengoreksi diri mereka masing-masing ? WHY ???

Kemarin lusa melihat berita di TV, seorang ibu berusia 35 th bunuh diri ke dalam sumur tua .. walah, apa yang ada di pikiran beliau, apakah tak ada jalan keluar selain bunuh diri. Kemarin melihat berita, lagi-lagi ada bencana alam, baik ‘banjir’ hingga ke ‘tanah longsor’ dan yang ini korban jiwanya ga tanggung-tanggung, terakhir data yg diterima 84 orang meninggal.. jika sudah seperti ini, harta, istri maupun anak juga tak akan dibawa mati .. :(

Sobat … marilah kita mulai koreksi dari diri kita masing-masing.. apakah yang sepatutnya kita benahi, apa pula yang harus kita laksanakan untuk keseimbangan dalam hidup ini, jangan hanya hubungan antara manusia saja yang dijaga.. hubungan kita dengan sang khalik harus kita lestarikan, apalagi hubungan kita dengan alam tempat kita berpijak saat ini .. walahu’alam bishawab ..

Promise …

Posted in DiaRy on Thursday, 22 November 2007 by srimaharani

My Promise …

I reflect upon these lonely days;
To you beyond the sky I gaze.
I am searching for ways to distract my mind,
A reason for which I can’t seem to find.
I watch the rain fall,
As I wait for your call…

As the raging sky is casting it’s gloom,
Darling, I’m feeling so blue.
For here I am sat – alone in my room,
Waiting and thinking of you.

miracle Now lonely days are in the past,
I begin to wonder how long we’ll last.
You fill up my soul with a radiant glow,
Teaching me things I’ve been longing to know.
The day we first met,
I will never forget…

I feel that you are the one for me,
Darling, whatever you do.
I promise you now, I always will be,
Waiting and thinking of you.

Now lonely days are near again,
The tearful sky begins to rain.
You filled me with love like never before,
That’s something I’ll always be thankful for.
But I think we both know,
It’s time you must go…


But though we’ll be parted, don’t ever fear,
Darling, I swear I’ll be true.
For wherever you go, I’ll always be here,
Waiting and thinking of you.

for U my friends …

Posted in DiaRy on Wednesday, 21 November 2007 by srimaharani

 This is for you, my best friend,two
the one person i can tell my soul too
Who can relate to me like no other
Who I can laugh with to no extents,
Who I can cry too when times are tough,

Who can help me with the problems of my life.

Never have you turned your back on me
Or told me I wasn’t good enough
Or let me down

I don’t think you know what that means to me
You have went through so much pain and you still have time for me.
And I love you for listening even when inside YOU are dying
And I look up too you because you are strong, and caring, and beautiful.
Even though you don’t think you are.

And I hope you know that I am always here
To listen to you laugh and cry and help
In all the ways that I can

And I will try to be at least half the friend you are to me.

I hope you know I would not be the person I am today, without you.
My best friend.

Friends

Posted in DiaRy on Friday, 16 November 2007 by srimaharani

together

A friend is someone we turn to

When our spirits need a lift …

A friend is someone we treasure

For our friendship is a gift …

A friend is someone who fills our lives

With beauty, joy, and grace …

And makes the world we live in a better happier place …

- Jean Kyler Mc Manus -

ELanG

Posted in MotiVaSi on Friday, 16 November 2007 by srimaharani

Semua orang tahu bahwa elang adalah burung yang mampu terbang paling tinggi di dunia ini. Elang bahkan membuat sarang di ketinggian. Padahal semua tahu bahwa di ketinggian, angin selalu bertiup sangat kencang.


Elang merupakan jenis unggas yang mempunyai umur paling panjang didunia. Umurnya dapat mencapai 70 tahun. Tetapi untuk mencapai umur sepanjang itu seekor elang harus membuat suatu keputusan yang sangat berat pada umurnya yang ke 40.


Ketika elang berumur 40 tahun, cakarnya mulai menua, paruhnya menjadi panjang dan membengkok hingga hampir menyentuh dadanya. Sayapnya menjadi sangat berat karena bulunya telah tumbuh lebat dan tebal, sehingga sangat menyulitkan waktu terbang. Pada saat itu, elang hanya mempunyai dua pilihan: Menunggu kematian, atau mengalami suatu proses transformasi yang sangat menyakitkan — suatu proses transformasi yang panjang selama 150 hari.


Untuk melakukan transformasi itu, elang harus berusaha keras terbang ke atas puncak gunung untuk kemudian membuat sarang di tepi jurang , berhenti dan tinggal disana selama proses transformasi berlangsung.


Pertama-tama, elang harus mematukkan paruhnya pada batu karang sampai paruh tersebut terlepas dari mulutnya, kemudian berdiam beberapa lama menunggu tumbuhnya paruh baru. Dengan paruh yang baru tumbuh itu, ia harus mencabut satu persatu cakar-cakarnya dan ketika cakar yang baru sudah tumbuh, ia akan mencabut bulu badannya satu demi satu. Suatu proses yang panjang dan menyakitkan. Lima bulan kemudian, bulu-bulu elang yang baru sudah tumbuh. Elang mulai dapat terbang kembali.


Elang selama ini menjadi icon bagi banyak motivator trainer untuk menunjukkan bahwa seseorang perlu memotivasi diri untuk terus terbang ke atas semakin tinggi hingga sampai di atap dunia. Bahkan ada novel kecil dengan judul “Jonathan Livingstone Seagull”, tentang seekor Camar yang berusaha untuk terbang lebih tinggi seperti elang.


Ternyata elang tidak mendapatkan semua itu secara serta merta. Bahkan secara genetis saja elang tidak mendapatkan kemudahan untuk terbang tinggi. Benar bahwa bentuk tubuh, rentang sayap dan kekuatan kepak dan bulu-bulu sayap memang memungkinkan elang untuk terbang tinggi. Tetapi kemampuan terbang tinggi itu tidak mudah untuk dipertahankan.


Hanya saja, elang tidak melakukan pilihan. Elang melakukan begitu saja tanpa berfikir. Semua proses 150 hari tersebut dilakukan tanpa pernah menimbang-nimbang apakah akan terasa menyakitkan. Bagaimana dia mengumpulkan makanan agar tetap memiliki energi selama proses transformasi, tidak pernah dia fikirkan. Semua dijalankan sebagai sebuah keharusan hidup.


Sebagai manusia kita memang memiliki kebebasan untuk memilih. Namun sayangnya ada zona kenyamanan yang seringkali membatasi pilihan-pilihan hidup kita. Tetapi benarkah kita lebih menyukai kenyamanan kekinian dibandingkan kenyamanan lain.


Kenyamanan lain? Ya, ada beberapa hal yang selama ini kita tidak miliki dan sangat ingin kita miliki, tetapi itu berarti kita harus mengubah sesuatu. Cara hidup kita selama ini perlu kita ubah bila kita ingin mendapatkan sesuatu.


Analoginya sangat mudah, ketika Anda ingin pergi ke suatu tempat padahal Anda tidak sedang berada di tempat itu, maka Anda harus bergerak pindah tempat. Bukankah itu berarti tempat Anda berdiri berubah. Maka, ketika Anda memang tidak ingin pergi kemana-mana, Anda memang tidak perlu berubah. Ketika Anda tidak ingin mendapatkan sesuatu, Anda memang tidak perlu berubah. Tidak perlu keluar dari zona kenyamanan Anda.


Zona yang Anda tuju justru bisa saja lebih nyaman, namun sayang sekali, antara zona kenyamanan yang sekarang dengan zona kenyamanan yang Anda tuju berjarak dan melewati zona tidak-nyaman. Lihatlah ada 150 hari penuh zona tidak-nyaman bagi elang.


Ada kabar baik, ada kabar buruk di atas tadi. Semua sekarang tergantung pilihan Anda. Anda toh bukan elang yang tidak bisa memilih… ”
UBAHLAH APA YANG MASIH BISA DIUBAH. TERIMALAH APA YANG MEMANG SUDAH TIDAK BISA DIRUBAH. HINDARKAN DIRI DARI HAL-HAL YANG BERPOTENSI MENDATANGKAN PERUBAHAN BURUK

KiSaH SeOranG TuKanG KaYu

Posted in MotiVaSi on Friday, 16 November 2007 by srimaharani

Seorang tukang kayu tua bermaksud pensiun dari pekerjaannya di sebuah perusahaan konstruksi real estate. Ia menyampaikan keinginannya tersebut pada pemilik perusahaan. Tentu saja, karena tak bekerja, ia akan kehilangan penghasilan bulanannya, tetapi keputusan itu sudah bulat.


Ia merasa lelah. Ia ingin beristirahat dan menikmati sisa hari tuanya dengan penuh kedamaian bersama istri dan keluarganya.


Pemilik perusahaan merasa sedih kehilangan salah seorang pekerja terbaiknya. Ia lalu minta pada tukang kayu tersebut untuk membuatkan sebuah rumah untuk dirinya. Tukang kayu mengangguk menyetujui permohonan pribadi pemilik perusahaan itu.


Tapi, sebenarnya ia merasa terpaksa. Ia ingin segera berhenti. Pikirannya tidak sepenuhnya dicurahkan.


Dengan ogah-ogahan ia mengerjakan proyek itu. Ia cuma menggunakan bahan-bahan sekedarnya.

 

Akhirnya selesailah rumah yang diminta. Hasilnya bukanlah sebuah rumah baik. Sungguh sayang ia harus mengakhiri kariernya dengan prestasi yang tidak begitu mengagumkan.


Ketika pemilik perusahaan itu datang melihat rumah yang dimintanya, ia menyerahkan sebuah kunci rumah pada si tukang kayu. ” Rumah ini adalah rumah kamu,” kata sang pemilik perusahaan. ” Hadiah dari saya sebagai penghargaan atas pengabdian kamu selama ini.”


Betapa terkejutnya si tukang kayu. Betapa malu dan menyesalnya. Seandainya saja ia mengetahui bahwa ia sesungguhnya mengerjakan rumah untuk dirinya sendiri, ia tentu akan mengerjakannya dengan cara yang lain sama sekali.


Kini ia harus tinggal di sebuah rumah yang tak terlalu bagus hasil karyanya sendiri. Itulah yang terjadi pada kehidupan kita. Kadangkala, banyak dari kita yang membangun kehidupan dengan cara yang aneh.


Lebih memilih berusaha ala kadarnya ketimbang mengupayakan yang terbaik. Bahkan, pada bagian-bagian terpenting dalam hidup, kita tidak memberikan yang terbaik.


Pada akhir perjalanan kita terkejut saat melihat apa yang telah kita lakukan dan menemukan diri kita hidup di dalam sebuah rumah yang kita ciptakan sendiri. Seandainya kita menyadarinya, sejak semula kita akan menjalani hidup ini dengan cara yang jauh berbeda.


Renungkan bahwa kita adalah si tukang kayu. Renungkan rumah yang sedang kita bangun.


Setiap hari kita memukul paku, memasang papan, mendirikan dinding dan atap. Mari kita selesaikan rumah kita dengan sebaik-baiknya seolah-olah hanya mengerjakannya sekali saja dalam seumur hidup. Hidup kita esok adalah akibat sikap dan pilihan yang kita perbuat hari ini. Hidup adalah proyek yang kita kerjakan sendiri.


Keberhasilan yang diraih, atau kegagalan yang menimpa dapat ditelusuri jauh ke dalam diri kita masing-masing. Karena
kitalah yang menjalani  semua ini. Bukan orang lain !!!


” Seorang bijak pernah mengatakan demikian :

Amatilah pikiranmu, karena akan menjadi ucapanmu !!!

Amatilah ucapanmu, karena akan menjadi tindakanmu !!!

Amatilah tindakanmu, karena akan menjadi kebiasaanmu !!!

Amatilah kebiasaanmu, karena akan menjadi karaktermu !!!

Amatilah karaktermu, karena akan menjadi nasibmu !!!

Di atas semua itu, amatilah dirimu sendiri !!!

Hanya mereka yang mengenal dirinya-lah yang akan mencapai kebahagiaan yang sesungguhnya.”

 

10 CaRa UnTuK MenDapaTkaN UanG, KeSehaTaN serTa KebAhAgiaAn YanG LebiH

Posted in PerNak PerNiK on Friday, 16 November 2007 by srimaharani

Rubahlah cara menyikapi emosimu !

Segala sesuatu pastilah berawal dari perasaan kita masing2.. yang pada awalnya kita baik-baik saja dan berakhir dengan hal yang tidak mengenakkan hati.
WHY ?? ini dikarenakan kita kurang bisa mengatur alur emosi kita. Ingat! Kunci kesuksesan seseorang dalam mengendalikan diri adalah pengendalian Emosi Diri. Jika kita menyikapi segala sesuatu dengan kepala dingin, maka permasalahan akan terselesaikan dengan baik-baik, akan tetapi sebaliknya jika segala permasalahan tersebut kita sikapi dengan emosi yang meninggi maka hanyalah kekecewaan yang akan kita terima. Jadikan problema2 yang lalu sebagai tolok ukur emosi kita.

 

Rubahlah cara berfikirmu !

Ini nih yang paling penting, kalo lo berfikirnya positif terus pasti enak deh hidup.. kayak hidup ini milik lo sendiri deh :) Tapi kalo dalam hidup ini lo cemberut terus, ada problem dikit ajah dah dipikir sampai sebukit gimana kitanya mo sehat, yang ada ntar malah jadi sakit pikiran alias sinting :P jalani hidup ini apa adanya ajalah.. jangan minta yang muluk2.. ada kesempatan ambil, dan ingat! Jangan sekali ternak ‘negative thinking’ dalam otak kamu2 :) Enjoy your Life !!

 

Rubahlah caramu berteman dengan orang lain !

Yaaa. Ini mah dah basi banget kali ya, kalo mo berteman ya kudu bisa filter masing2 diri ajalah.. jangan sampe salah jalan dah, kalo dah kejerumus ke dunia yg ga bener ya udah aja ga bener selamanya.. soalnya teman itu bagaikan sel membelah diri yang aktif, jika mati satu tumbuh seribu dah [ diablo ]. Ya kalo bisa sih cari temen anaknya presiden, mentri ato paling dikit levelnya anak gubernur deh :P [ dijamin aman deh birokrasinya :P ]

 

Rubahlah caramu berfikir tentang Uang !

Uang .. sensitive banget kalo denger kata uang, benda tak bernyawa yang bisa membeli barang bernyawa, edaaaaaan.. jangan sekali2 mikir ‘Uang adalah Segalanya’. Kalo mikir yg kayak gitu itu yang jatuhnya duluan.. pikir sendiri deh.. [ soalnya gw juga suka banget tuh yg namanya uang :) ]

 

Rubahlah caramu berfikir tentang dirimu sendiri !

Pikir yang bagus2 tentang diri lo sendiri, jangan mikir kalo lo itu kutuan, gila, kudisan.. waaaaaaah, kapan majunya ^_^. Syukuri apa adanya, ingat aja kalo Tuhan menciptakan manusia lebih dari makhluk2 yang lainnya. PeDe aja deeh ^_^

 

Pakailah segala Kreatifitas yang ada dalam segala aspek kehidupanmu !

Mmmmmmmm… kreatifitas yang positif2 aja yah.. jangan hipnotis orang buat palakin duitnya :P

 

Rubahlah cara berfikir tentang ‘Body’ lo !

Your body like Guitar … Your Body Its Wonderland… itu ajalah yang lo pikir!! PeDe abis :)

 

Rubahlah cara makanmu !

Makan secukupnya, jangan foya2.. inget masi banyak temen2 kita yang terlantar di luar sana [ duh, jadi sok social banget gini T_T ]

 

Berikan perhatian akan apa yang terjadi di sekelilingmu !

Jangan buang sampah sembarangan [ gak nyambung yah :P ]

 

Memberi tidak hanya Menerima !

Nih kebiasaan yang paling buruk.. ayo dong memberi.. jangan maunya gratisan mulu :P